By Fera Marleni
Bayangkan kamu baru saja membangun sebuah toko yang sangat megah. Pintunya otomatis (cepat terbuka), interiornya kelas dunia (desain menarik), dan pelayanannya jempolan. Tapi toko itu dibangun di tengah padang gurun yang tidak ada jalan rayanya. ​Itulah gambaran website yang secara teknis sempurna tapi tidak ada pengunjungnya.
Meskipun web kamu sudah responsif dan cantik, itu belum menjamin web tersebut akan ramai dikunjungi. Berikut beberapa alasan kenapa website kamu belum sepi pengunjung.
​Kecepatan dan desain adalah kenyamanan bagi pengunjung, tapi SEO (Search Engine Optimization) adalah peta agar orang bisa sampai ke sana. Jika kamu tidak menggunakan kata kunci (keywords) yang sering dicari orang di Google, website kamu tidak akan muncul di halaman pertama.
​Website yang cantik itu seperti sampul buku yang bagus. Tapi kalau isinya tidak bermanfaat bagi pembaca, mereka tidak akan betah atau merekomendasikannya. Apakah artikelmu menjawab pertanyaan yang sedang viral? Atau hanya menulis apa yang ingin kamu tulis tanpa riset apa yang dibutuhkan pasar?
​Google menilai sebuah website itu "penting" jika banyak website lain yang membicarakannya atau menautkan link ke sana. Jika website kamu berdiri sendiri tanpa ada tautan dari media sosial, forum, atau blog orang lain, Google akan menganggap website kamu kurang kredibel.
​Jika kamu membuat website tentang "Kesehatan" secara umum, kamu sedang bersaing dengan raksasa seperti Alodokter atau Halodoc. Website baru akan sangat sulit menembus pasar yang sudah dikuasai pemain besar.
​Website yang jarang update akan dideteksi oleh robot Google sebagai situs yang tidak aktif. Meskipun tampilannya keren, kalau konten terakhir diunggah satu tahun lalu, Google akan malas merekomendasikannya kepada pengguna karena dianggap informasinya sudah basi.
​Di era sekarang, website tidak bisa jalan sendiri. Kamu butuh bantuan media sosial (Instagram, TikTok, atau X) untuk menggiring orang masuk ke website. Jika kamu punya website bagus tapi tidak pernah dibagikan ke komunitas atau media sosial, orang tidak akan tahu kalau website itu ada.
​Memiliki website yang cepat dan bagus adalah modal awal yang sangat kuat. Kamu sudah melewati tahap yang paling sulit secara teknis. Sekarang, fokusmu harus beralih dari "membangun" ke "memasarkan".
​Langkah selanjutnya:
(Disadur dari berbagai sumber)
SALAM DIGITAL DIGIPRO
​Sebagai pengusaha travel, Anda pasti mencari efisiensi. Salah satunya adalah menggunakan sistem...
​Dunia travel tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang punya armada paling banyak, tapi siapa yang p...
Pernahkah kamu membayangkan sistem informasi di kantormu seperti sebuah rumah besar? Di masa lalu...
Dunia kerja kita sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu kita mengenal komputer hanya sebagai...
Bayangkan kamu baru saja membangun sebuah toko yang sangat megah. Pintunya otomatis (cepat terbuk...
​Bayangkan kamu ingin mengirim surat rahasia kepada temanmu. Kamu khawatir jika surat itu d...