logo
By Fera

By Fera Marleni

Menjaga "Rumah Digital": Mengenal Keamanan Siber Zero Trust

Pernahkah kamu membayangkan sistem informasi di kantormu seperti sebuah rumah besar? Di masa lalu, kita merasa aman hanya dengan mengunci pintu depan (kata sandi). Namun, di dunia digital yang semakin kompleks, kunci pintu saja tidak cukup. Kita butuh sistem yang lebih cerdas, yaitu Zero Trust Architecture.

​Apa Itu Zero Trust bagi Orang Awam?

​Secara harfiah, Zero Trust berarti "Nol Kepercayaan". Kedengarannya mungkin agak dingin, tapi tujuannya sangat mulia.

​Bayangkan jika setiap orang yang masuk ke rumahmu—bahkan anggota keluarga sendiri—tetap menyapa dan menunjukkan identitas setiap kali mereka ingin pindah dari ruang tamu ke ruang makan. Dalam dunia IT, ini artinya sistem tidak langsung percaya kepada siapa pun, meskipun mereka sudah berada "di dalam" jaringan.

 

​Kenapa Ini Penting Sekarang?

​Dulu, peretas hanya mencoba mendobrak pintu depan. Sekarang, ancaman seperti Ransomware (perangkat lunak yang menyandera data) bisa menyusup lewat celah kecil. Dengan Zero Trust, jika satu ruangan berhasil disusupi, ruangan lain tetap terkunci rapat. Kerusakan pun bisa diminimalisir.

 

​Menemukan Harmoni dalam Keamanan

​Dalam perspektif energi, keamanan bukan berarti membangun tembok yang tebal dan kaku hingga menghambat aliran kerja. Harmoni Sistem dalam keamanan siber tercipta ketika:

  • ​Kewaspadaan Menjadi Alami: Keamanan bukan lagi beban, melainkan kebiasaan yang mengalir (seperti mencuci tangan sebelum makan).
  • ​Keseimbangan Akses: Memberikan akses yang "pas"—tidak kurang sehingga menghambat kerja, dan tidak lebih sehingga membahayakan sistem.
  • ​Perlindungan yang Menyeluruh: Seperti sebuah formasi  yang saling menjaga, setiap titik dalam sistem informasi saling memverifikasi untuk memastikan seluruh ekosistem tetap bersih dari gangguan.

​Sistem yang harmonis adalah sistem yang memberikan rasa tenang. Kita bisa fokus berkarya tanpa rasa was-was, karena kita tahu "Rumah Digital" kita dijaga oleh prinsip yang teliti namun tetap dinamis.

 

​Kesimpulan

​Menerapkan Zero Trust bukan berarti kita saling mencurigai, melainkan bentuk kasih sayang kita terhadap data dan privasi yang kita miliki. Dengan verifikasi yang tepat, aliran informasi tetap terjaga, dan harmoni dalam bekerja pun tidak akan terganggu oleh gangguan dari luar.

​(disadur dari berbagai sumber)

 

 

 

SALAM DIGITAL DIGIPRO

Latest News

Jebakan Subscription: Menghitung Kerugian Tersembunyi Sistem Langganan bagi Agen Travel Skala Menengah

​Sebagai pengusaha travel, Anda pasti mencari efisiensi. Salah satunya adalah menggunakan sistem...

Vulnerability di Balik Kemudahan: Mengapa Enkripsi End-to-End Wajib Ada di Sistem Reservasi Anda

​Dunia travel tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang punya armada paling banyak, tapi siapa yang p...

Menjaga "Rumah Digital": Mengenal Keamanan Siber Zero Trust

Pernahkah kamu membayangkan sistem informasi di kantormu seperti sebuah rumah besar? Di masa lalu...

Generative AI: Kawan Baru dalam Otomasi Bisnis dan Seni Menjaga Harmoni Sistem

Dunia kerja kita sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu kita mengenal komputer hanya sebagai...

Website Sudah "Glow Up" tapi Tetap Sepi? Ini Penyebabnya!

Bayangkan kamu baru saja membangun sebuah toko yang sangat megah. Pintunya otomatis (cepat terbuk...

Data Enkripsi: Mengubah Rahasia Menjadi "Bahasa Planet"

​Bayangkan kamu ingin mengirim surat rahasia kepada temanmu.  Kamu khawatir jika surat itu d...