logo
By Fera

By Fera Marleni

WEBSITE STATIS, OLD SCHOOL WEBSITE

Saat mendengar istilah old school yang terbayang di benak kita adalah sesuatu yang bergaya kuno dan dihormati. Kuno namun elegan dan memancarkan aura otentik. Istilah ini cukup sesuai untuk disematkan pada Web statis. Web statis adalah jenis situs web yang kontennya tidak berubah secara dinamis berdasarkan interaksi pengguna atau perubahan data. 

Si old school ini akan tetap sama  kontennya  dan tidak akan berubah kecuali dilakukan perubahan manual pada kode HTML atau file lainnya.
Terkesan membosankan? Tidak juga, karena disitu sebenarnya letak kekuatannya, stabil, teratur, dan konsisten.
 
Web statis ini dikembangkan dengan menggunakan teknologi umum, diantaranya:

1. HTML:  HyperText Markup Language (HTML), digunakan untuk membuat struktur dan konten web.


2. CSS: Cascading Style Sheets (CSS), digunakan untuk mengatur tampilan dan layout web.


3. JavaScript,  digunakan untuk menambahkan interaksi sederhana pada web statis.
 

Secara akses, Web statis umumnya lebih cepat diakses karena tidak memerlukan proses pengolahan data di server sebelum menampilkan halaman web. Selain itu si old school ini tidak perlu database atau server-side scripting, sehingga biaya pengembangan dan pemeliharaan menjadi lebih rendah atau low maintenance. Ya, seperti karakteristik old school pada umumnya, yaitu tidak akan mengeluarkan uang jika tidak ada tujuannya.

Old school Web statis juga lebih sulit diserang oleh hacker karena tidak memiliki celah keamanan yang terkait dengan database atau server-side scripting. Dan uniknya lagi, old school bukan berarti tidak bisa berkembang, justru Web statis mudah dikembangkan dengan menggunakan bahasa markup HTML dan CSS, sehingga membuat lebih mudah dipelajari dan digunakan. 

Jadi walau old school, web statis memiliki banyak kelebihan. Lalu muncul pertanyaan," Jika web statis sudah bagus lalu kenapa bisa muncul web dinamis?". Nah, sebagai old school, web statis memiliki keterbatasan interaksi sehingga tidak dapat menangani interaksi pengguna yang kompleks, seperti pengisian formulir atau pengolahan data. Selain itu sulit untuk update konten karena memerlukan perubahan manual pada kode HTML atau file lainnya sehingga  memakan waktu dan tenaga. Selain itu web statis tidak memiliki fitur-fitur canggih seperti autentikasi pengguna, pengelolaan data, atau integrasi dengan sistem lain.

Pertanyaan berikutnya adalah, " Lalu situasi apa yang ideal untuk menggunakan web statis?". 

Jawabannya, Web statis cocok digunakan untuk: 

1. Situs web sederhana yang tidak memerlukan interaksi pengguna yang kompleks.
2. Situs web pribadi yang hanya terdiri dari beberapa halaman dan tidak memerlukan update konten yang terlalu sering.
3. Sebagai landing page yang memerlukan kecepatan akses dan kemudahan pengembangan. 

Jadi, jika perlu membuat web sederhana, web pribadi atau sebagai landing page saja, maka si old school ini cukup elegan untuk digunakan.

 

Salam Digital Digipro

Latest News

Jebakan Subscription: Menghitung Kerugian Tersembunyi Sistem Langganan bagi Agen Travel Skala Menengah

​Sebagai pengusaha travel, Anda pasti mencari efisiensi. Salah satunya adalah menggunakan sistem...

Vulnerability di Balik Kemudahan: Mengapa Enkripsi End-to-End Wajib Ada di Sistem Reservasi Anda

​Dunia travel tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang punya armada paling banyak, tapi siapa yang p...

Menjaga "Rumah Digital": Mengenal Keamanan Siber Zero Trust

Pernahkah kamu membayangkan sistem informasi di kantormu seperti sebuah rumah besar? Di masa lalu...

Generative AI: Kawan Baru dalam Otomasi Bisnis dan Seni Menjaga Harmoni Sistem

Dunia kerja kita sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu kita mengenal komputer hanya sebagai...

Website Sudah "Glow Up" tapi Tetap Sepi? Ini Penyebabnya!

Bayangkan kamu baru saja membangun sebuah toko yang sangat megah. Pintunya otomatis (cepat terbuk...

Data Enkripsi: Mengubah Rahasia Menjadi "Bahasa Planet"

​Bayangkan kamu ingin mengirim surat rahasia kepada temanmu.  Kamu khawatir jika surat itu d...