By Fera Marleni
Pada tulisan lalu kita sudah bicara tentang website statis yang kita nobatkan sebagai old school website. Kali ini kita akan bicara tentang si sosial butterfly dunia website yaitu, website dinamis.
Web dinamis adalah jenis situs web yang dapat berubah dan berinteraksi dengan pengguna secara real-time. Berbeda dengan web statis yang hanya menampilkan konten yang sama untuk semua pengguna, web dinamis dapat menampilkan konten yang berbeda-beda tergantung pada interaksi pengguna, data yang disimpan, atau perubahan pada database.
Beberapa kelebihan Web Dinamis yang membuat dia bisa disebut sebagai social butterfly adalah:
1. Interaksi dengan Pengguna
Web dinamis memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan situs web melalui formulir, komentar, atau fitur lainnya.
2. Konten yang Dinamis
Web dinamis dapat menampilkan konten yang berbeda-beda tergantung pada data yang disimpan atau perubahan pada database.
3. Pengelolaan Konten yang Mudah
Web dinamis memungkinkan administrator untuk mengelola konten dengan mudah melalui sistem pengelolaan konten (CMS).
4. Peningkatan Pengalaman Pengguna
Web dinamis dapat meningkatkan pengalaman pengguna dengan menampilkan konten yang relevan dan personal.
Contoh Web Dinamis yang familiar di dunia digital saat ini diantaranya,
1. Situs E-commerce
Situs e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, atau Lazada adalah contoh web dinamis yang menampilkan produk-produk yang berbeda-beda tergantung pada pencarian pengguna.
2. Situs Berita
Situs berita seperti (tautan tersedia) atau (tautan tidak tersedia) adalah contoh web dinamis yang menampilkan artikel-artikel terbaru dan dapat diupdate secara real-time.
3. Situs Sosial Media
Situs sosial media seperti Facebook atau Twitter adalah contoh web dinamis yang menampilkan konten yang berbeda-beda tergantung pada interaksi pengguna.
Untuk membangun si social butterfly ini, digunakan beberapa teknologi yang sedikit kompleks dibandingkan dengan si old school. Teknologi yang digunakan antara lain:
1. Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman seperti PHP, Python, atau Ruby digunakan untuk membangun web dinamis.
2. Database
Database seperti MySQL atau MongoDB digunakan untuk menyimpan data yang digunakan oleh web dinamis.
3. Sistem Pengelolaan Konten
Sistem pengelolaan konten seperti WordPress atau Joomla digunakan untuk mengelola konten pada web dinamis.
Dengan kelebihan-kelebihan seperti interaksi dengan pengguna, konten yang dinamis, pengelolaan konten yang mudah, dan peningkatan pengalaman pengguna, web dinamis menjadi pilihan yang populer untuk banyak jenis situs web dan menjadikan dia lebih aktif di dunia digital.
Salam digital DIGIPRO
​Sebagai pengusaha travel, Anda pasti mencari efisiensi. Salah satunya adalah menggunakan sistem...
​Dunia travel tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang punya armada paling banyak, tapi siapa yang p...
Pernahkah kamu membayangkan sistem informasi di kantormu seperti sebuah rumah besar? Di masa lalu...
Dunia kerja kita sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu kita mengenal komputer hanya sebagai...
Bayangkan kamu baru saja membangun sebuah toko yang sangat megah. Pintunya otomatis (cepat terbuk...
​Bayangkan kamu ingin mengirim surat rahasia kepada temanmu. Kamu khawatir jika surat itu d...