By Fera Marleni
Anda sudah memiliki skills dan tools yang tepat. Sekarang, mari fokus pada cara bekerja yang benar. Kecepatan startup sangat bergantung pada bagaimana owner dan developer berkolaborasi dan mengambil keputusan.
​1. Fokus pada Iterasi Cepat, Bukan Kesempurnaan
​Kesalahan terbesar startup adalah mencoba membuat produk yang sempurna di hari pertama. Dalam dunia startup, yang terpenting adalah kecepatan untuk belajar.
• ​Untuk Owner: Tekankan pada tim bahwa tujuan utama saat ini adalah Minimum Viable Product (MVP). Prioritaskan fitur yang wajib ada untuk menyelesaikan masalah pengguna, dan sisanya bisa menyusul. Latih diri Anda untuk merasa nyaman meluncurkan produk yang belum 100% sempurna.
• ​Untuk Programmer: Terapkan prinsip "Good enough is better than perfect." Jangan menghabiskan waktu berhari-hari untuk mengoptimalkan kode yang belum terbukti di pasar. Tulis kode yang bersih dan fungsional terlebih dahulu, optimasi datang setelah validasi pasar.
​2. Utamakan Komunikasi Asinkron yang Efisien
​Dalam tim kecil startup, komunikasi bisa menjadi sangat kacau. Hindari rapat yang tidak perlu.
• ​Untuk Owner: Tetapkan satu tool komunikasi utama (Slack, Discord, atau sejenisnya). Gunakan komunikasi asinkron (tidak harus dibalas saat itu juga) untuk hal-hal yang tidak mendesak. Kirimkan semua keputusan bisnis dan perubahan prioritas melalui tulisan, bukan hanya lisan.
• ​Untuk Programmer: Selalu berikan status harian singkat secara tertulis (misalnya, tiga poin: Apa yang sudah selesai, Apa yang akan dikerjakan, dan Hambatan apa yang dihadapi). Ini menghemat waktu untuk bertanya dan memungkinkan Anda fokus pada coding.
​3. Otomatisasi adalah Sahabat Terbaik
​Waktu developer adalah aset paling berharga. Tugas yang berulang dan memakan waktu harus diotomatisasi.
• ​Continuous Integration/Continuous Deployment (CI/CD): Ini adalah proses otomatis yang memastikan code baru langsung diuji dan di-deploy (online) tanpa intervensi manual yang rumit. Tools seperti GitHub Actions atau fitur bawaan Vercel wajib diaktifkan.
• ​Pengujian Otomatis: Meskipun butuh waktu di awal, menulis tes otomatis untuk fungsi-fungsi kritis akan menghemat waktu berjam-jam saat debugging di masa depan.
​4. Debt Management: Jangan Takut Berutang Teknis
​Di awal, startup seringkali harus mengambil jalan pintas dalam coding untuk memenuhi tenggat waktu (deadline). Ini disebut Utang Teknis (Technical Debt).
• ​Pemilik Startup Wajib Tahu: Utang Teknis itu normal, tetapi harus dikelola. Jika dibiarkan menumpuk, ini akan melambatkan pengembangan di masa depan.
• ​Disiplin Pengelolaan Utang: Alokasikan 10-20% dari setiap sprint (siklus kerja) untuk “membayar utang” memperbaiki atau membersihkan kode lama yang berantakan. Ini mencegah sistem menjadi terlalu rapuh seiring waktu.
​5. Dokumentasi: Peta Harta Karun Tim
​Dokumentasi yang baik (menggunakan tool seperti Notion) bukan hanya untuk produk, tetapi untuk proses.
• ​Untuk Owner: Pastikan semua keputusan bisnis inti (Mengapa produk ini dibuat? Siapa penggunanya?) didokumentasikan.
• ​Untuk Programmer: harus mendokumentasikan bagaimana sistem berjalan (setup project, API apa yang digunakan, mengapa memilih database tertentu). Ini sangat vital jika ada anggota tim baru bergabung atau jika terjadi masalah kritis di tengah malam.
​Dengan mengadopsi prinsip-prinsip ini, startup Anda akan menjadi mesin yang ramping, cepat belajar, dan mampu beradaptasi dengan perubahan pasar.
(Disadur dari berbagai sumber)
SALAM DIGITAL DIGIPRO
​Sebagai pengusaha travel, Anda pasti mencari efisiensi. Salah satunya adalah menggunakan sistem...
​Dunia travel tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang punya armada paling banyak, tapi siapa yang p...
Pernahkah kamu membayangkan sistem informasi di kantormu seperti sebuah rumah besar? Di masa lalu...
Dunia kerja kita sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu kita mengenal komputer hanya sebagai...
Bayangkan kamu baru saja membangun sebuah toko yang sangat megah. Pintunya otomatis (cepat terbuk...
​Bayangkan kamu ingin mengirim surat rahasia kepada temanmu. Kamu khawatir jika surat itu d...