logo
By Fera

By Fera Marleni

OWASP Top 10: Mengenal 10 "Jurus Terlarang" Hacker yang Wajib Diketahui Developer

OWASP (Open Web Application Security Project) adalah sebuah organisasi ahli keamanan dunia yang setiap beberapa tahun merilis daftar: "Ini lho, 10 cara paling sering yang dipakai penjahat untuk merubuhkan bentengmu."
​Inilah ringkasan dari beberapa poin paling penting dalam daftar tersebut yang wajib kamu ketahui:
​1. Broken Access Control (Pintu yang Tidak Terkunci)
​Ini adalah masalah nomor satu saat ini. Ini terjadi ketika hacker bisa masuk ke ruangan yang seharusnya dilarang (seperti halaman admin) hanya karena developer lupa memasang kunci di pintu tersebut.
• ​Tugas Developer: Pastikan setiap "ruangan" di website dicek izin aksesnya, bukan cuma disembunyikan tombolnya. 

​2. Cryptographic Failures (Rahasia yang Bocor)
​Ini terjadi ketika developer lupa menggembok data sensitif (seperti nomor kartu kredit atau password) dengan enkripsi yang kuat. Ibarat menyimpan emas tapi cuma dibungkus kertas kado, bukan di dalam brankas.
• ​Tugas Developer: Gunakan enkripsi terbaru (HTTPS) untuk semua data yang berpindah. 

​3. Injection (Disusupi Kode Jahat)
​Hacker memasukkan perintah berbahaya lewat kolom isian (seperti kolom login atau pencarian) untuk menipu database agar memberikan semua isinya.
• ​Tugas Developer: Gunakan sistem "filter" atau sanitasi data (seperti yang kita bahas di artikel Input Validation). 

​4. Insecure Design (Salah Sejak Awal)
​Ini seperti membangun rumah di pinggir jurang. Sejak digambar di kertas, desainnya sudah tidak aman. Contoh pada web: tidak ada fitur "Lupa Password" yang aman atau tidak ada batasan percobaan login.
• ​Tugas Developer: Pikirkan keamanan sejak coretan pertama website dibuat. 

​5. Security Misconfiguration (Salah Atur Pengaturan)
​Sistem keamanannya ada, tapi pengaturannya masih menggunakan "pengaturan pabrik" atau standar yang mudah ditebak. Seperti membeli brankas canggih tapi kode pin-nya dibiarkan 1234.
• ​Tugas Developer: Ubah semua pengaturan standar dan matikan fitur-fitur yang tidak diperlukan. 

​6. Vulnerable and Outdated Components (Kompartemen Kadaluwarsa)
​Website biasanya dibangun menggunakan banyak potongan kode (plugin/library). Jika salah satu potongan kode itu sudah tua dan punya lubang keamanan tapi tidak pernah diupdate, hacker akan masuk lewat sana.
• ​Tugas Developer: Selalu update semua komponen website secara rutin. 

​Mengapa Harus Peduli?
​Mengetahui OWASP Top 10 membantu developer agar tidak "buta" saat bekerja. Daripada menebak-nebak apa yang harus diamankan, mereka bisa fokus menutup 10 lubang paling besar ini terlebih dahulu.
​Jika 10 lubang ini sudah ditutup, website sudah jauh lebih aman daripada 90% website lain di luar sana! 

​Kesimpulan
​OWASP Top 10 adalah panduan wajib. Developer yang tidak tahu daftar ini ibarat seorang sopir yang tidak tahu rambu-rambu lalu lintas sangat berbahaya! 

(Disadur dari berbagai sumber)


SALAM DIGITAL DIGIPRO

Latest News

Jebakan Subscription: Menghitung Kerugian Tersembunyi Sistem Langganan bagi Agen Travel Skala Menengah

​Sebagai pengusaha travel, Anda pasti mencari efisiensi. Salah satunya adalah menggunakan sistem...

Vulnerability di Balik Kemudahan: Mengapa Enkripsi End-to-End Wajib Ada di Sistem Reservasi Anda

​Dunia travel tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang punya armada paling banyak, tapi siapa yang p...

Menjaga "Rumah Digital": Mengenal Keamanan Siber Zero Trust

Pernahkah kamu membayangkan sistem informasi di kantormu seperti sebuah rumah besar? Di masa lalu...

Generative AI: Kawan Baru dalam Otomasi Bisnis dan Seni Menjaga Harmoni Sistem

Dunia kerja kita sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu kita mengenal komputer hanya sebagai...

Website Sudah "Glow Up" tapi Tetap Sepi? Ini Penyebabnya!

Bayangkan kamu baru saja membangun sebuah toko yang sangat megah. Pintunya otomatis (cepat terbuk...

Data Enkripsi: Mengubah Rahasia Menjadi "Bahasa Planet"

​Bayangkan kamu ingin mengirim surat rahasia kepada temanmu.  Kamu khawatir jika surat itu d...