By Fera Marleni
Website itu ibarat toko fisik di dunia maya. Jika toko berantakan, tentu saja barang-barang susah dicari, dan pelayanannya ribet. Tentu saja konsumen tidak mau singgah dan membeli? Lalu apa yang harus dilakukan pemilik toko? Jawabannya, "optimasi website". Optimasi website adalah cara "merapikan" dan "mempercantik" toko online agar calon pembeli betah dan akhirnya mau belanja!
​
Coba bayangkan anda sebagai konsumen. Anda masuk toko yang pintunya macet atau pencahayaannya kurang. Anda pasti langsung keluar, kan? Atau malah anda tidak akan masuk ke toko itu sama sekali. Berbeda dengan toko yang pencahayaan bagus dan pintu masuk otomatis. Toko seperti ini lebih mudah mengundang konsumen. Di dunia maya, kondisi serupa disebut kecepatan. Website yang lambat ibarat toko yang suram dan pintu yang macet. Tentu saja tidak menarik bagi konsumen.
Jadi:
• ​Website Harus Ngebut. Ini wajib! Kalau loading lebih dari 3 detik, calon pembeli sudah keburu kabur. Apa solusi? Kecilkan ukuran foto-foto di website Anda (tapi jangan sampai buram). Pakai layanan hosting yang bagus (ibarat sewa toko di lokasi premium).
• ​Website harus ramah HP (Mobile-Friendly). Kebanyakan konsumen belanja pakai HP. Pastikan tampilan website enak dilihat, tombolnya besar, dan navigasinya mudah digeser di layar kecil.
• ​Website harus gampang dicari. Pengunjung harus mudah menemukan apa yang mereka mau. Atur menu kategori dengan jelas.
​Hal berikut yang bisa membuat website akan sering dikunjungi adalah SEO sederhanan. Ini adalah cara agar Google merekomendasikan toko ke konsumen yang sedang mencari sebuah produk. Untuk memanfaatkan ini, maka seharusnya website:
• ​Memakai kalimat yang sesuai dengan pencarian konsumen. Misalnya, Jika yang dijual sepatu lari, jangan hanya tulis "Sepatu Bagus". Tulis dalam bentuk kalimat yang umumnya akan ditulis konsumen yang sedang mencari sepatu. Misalnya: "Jual Sepatu Lari Murah Tahan Lama".
• ​Halaman Produk Harus "Jujur" dan Detail:
• ​Tidak pelit info. Jelaskan produk sedetail mungkin, termasuk manfaatnya bagi konsumen. (Bukan cuma "Material: Katun", tapi "Nyaman dipakai seharian karena terbuat dari Katun Premium yang menyerap keringat").
• ​Gunakan foto kualitas tinggi, tapi ingat, ukurannya harus kecil agar loading cepat!
• ​Buat Google Tahu Keunggulan produk. Kalau produk punya rating bagus (bintang 5), pastikan Google bisa menampilkannya di hasil pencarian. Ini akan membuat bikin website lebih menonjol.
​
​Jika website tersebut adalah website baru, maka konsumen harus diyakinkan bahwa website ini aman dan terpercaya. Hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen untuk sebuah website baru diantaranya.
• ​Pamer Testimoni (Social Proof): Tampilkan ulasan dan bintang dari pembeli sebelumnya. Ini ibarat rekomendasi dari mulut ke mulut.
• ​Buat Rasa Mendesak (FOMO): Gunakan teknik yang membuat orang ingin cepat-cepat beli. Contoh: "Diskon 50% hanya untuk 24 jam ke depan!" atau "Stok Terakhir! Jangan Sampai Kehabisan."
• ​Jaminan Keamanan: Tunjukkan logo atau badge keamanan di halaman pembayaran. Ini memberikan rasa tenang saat bertransaksi.
​Jika konsumen sudah masuk ke website maka langkah berikutnya adalah mengubah niat berselancar menjadi tindakan menekan tombol beli. Oleh karena itu;
• ​Tombol "Beli" Harus Mencolok (CTA): Tombol ajakan bertindak (misalnya "Beli Sekarang", "Masukkan Keranjang") harus mudah terlihat, berwarna kontras dari latar belakang, dan diletakkan di tempat yang strategis.
• ​Proses Pembayaran Gampang: Jangan ribet!
• ​Hilangkan kolom isian yang tidak perlu saat checkout.
• ​Tawarkan berbagai pilihan pembayaran (transfer, kartu, dompet digital).
• ​Beri opsi untuk belanja tanpa harus mendaftar akun terlebih dahulu (Guest Checkout).
• ​Jangan Ada "Kejutan" di Akhir: Tampilkan biaya kirim dan pajak (jika ada) sejak awal, jangan di halaman paling akhir. Biaya tersembunyi sering membuat pembeli batal.
​Setelah semua hal di atas diterapkan, bukan berarti selesai. Pemilik website harus terus memantau dan mencoba hal baru untuk membuat website tetap bekerja sebagai mesin uang. Apasaja yang perlu dilakukan?
• ​Lihat Data: Gunakan alat seperti Google Analytics (ini gratis!) untuk melihat: "Pengunjung datang dari mana?", "Di halaman mana mereka paling lama?", dan "Kenapa mereka tiba-tiba keluar?".
• ​A/B Testing (Coba-Coba): Coba dua versi yang berbeda (misalnya, tombol "Beli Sekarang" warna merah vs. warna hijau) dan lihat mana yang menghasilkan penjualan lebih banyak. Terus ulangi dan perbaiki.
​
Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana ini, secara bertahap website akan lebih menarik, mudah diakses, dan akhirnya, meningkatkan jumlah penjualan!
(Disadur dari berbagai sumber)
SALAM DIGITAL DIGIPRO
​
​Sebagai pengusaha travel, Anda pasti mencari efisiensi. Salah satunya adalah menggunakan sistem...
​Dunia travel tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang punya armada paling banyak, tapi siapa yang p...
Pernahkah kamu membayangkan sistem informasi di kantormu seperti sebuah rumah besar? Di masa lalu...
Dunia kerja kita sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu kita mengenal komputer hanya sebagai...
Bayangkan kamu baru saja membangun sebuah toko yang sangat megah. Pintunya otomatis (cepat terbuk...
​Bayangkan kamu ingin mengirim surat rahasia kepada temanmu. Kamu khawatir jika surat itu d...