logo
By Fera

By Fera Marleni

NIB Tertunda Karena PP 28/2025? Jangan Panik! Ini Cara Mandiri Membuat Polygon Map dan Block Plan.

Perubahan PP no.5 tahun 2021 ke PP no. 28 tahun 2025 tentu membuat pelaku UMK ketar ketir karena harus menyesuaikan data agar NIB tetap berlaku untuk menjalankan usaha.  Salah satu penyesuaiannya adalah penambahan analisis resiko seperti upload poligon map dan lock plan yang terlihat rumit bagi pelaku usaha kecil.  

​1. Apa itu Block Plan?
​Ini adalah peta detail rencana tata letak bangunan di atas lahan usaha.
• ​Isinya: Posisi bangunan, jalan masuk/keluar, area parkir, hingga saluran drainase.
• ​Fungsinya: Pemerintah ingin memastikan bahwa usaha tidak melanggar koefisien dasar bangunan (KDB) dan sesuai dengan peruntukan lahan di daerah tersebut. 

​2. Apa itu Polygon Map (Peta Poligon)?
​Ini adalah data koordinat geografis yang membentuk batas-batas lahan secara digital (formatnya biasanya .shp atau .json).


• ​Kenapa wajib? Sistem OSS sekarang sudah terintegrasi dengan GISTARU (Geographic Information System Tata Ruang).
• ​Tujuannya: Agar lokasi usaha terkunci secara koordinat GPS. Tidak boleh ada tumpang tindih lahan dengan pihak lain. 

​3. Kenapa ini "Menyulitkan" bagi UMK?
​Karena untuk membuat Polygon Map dan Block Plan yang akurat, biasanya dibutuhkan bantuan orang yang mengerti pemetaan (GIS) atau arsitek yang bisa menarik koordinat titik batas lahan dengan benar agar pas saat di-upload ke sistem. 

Namun,  tidak perlu langsung panik mencari jasa ahli untuk membuatnya. Poligon map bisa dibuat secara mandiri. Polygon Map adalah "gambar batas lahan" di atas peta digital agar sistem tahu persis di mana titik koordinat usaha berada.

Berikut cara paling umum untuk membuat poligon map sendiri secara gratis:


​1. Menggunakan Google Earth Pro (Paling Mudah) 
​Ini adalah cara yang paling banyak digunakan oleh pelaku usaha untuk membuat file .kml (format standar poligon).


• ​Cari Lokasi: Masukkan alamat atau koordinat lahan di Google Earth.
• ​Gunakan Tool "Add Polygon": Klik ikon poligon di toolbar atas.
• ​Gambar Batas: Klik pada sudut-sudut batas lahan Anda sampai membentuk bidang tertutup (kotak atau sesuai bentuk lahan).
• ​Simpan File: Klik kanan pada layer poligon yang baru dibuat, lalu pilih "Save Place As" dan pilih format .kml

​2. Menggunakan Tool Online (Situs GeoJSON)
​Banyak sistem perizinan sekarang menerima format .json. Anda bisa buka situs seperti geojson.io.


• ​Anda tinggal cari lokasi lahan pada peta yang muncul di situs tersebut.
• ​Gunakan alat gambar (ikon poligon) untuk mengklik titik-titik batas lahan.
• ​Di sebelah kanan akan muncul kode koordinatnya. Anda tinggal klik Save -> GeoJSON atau KML

​3. Mengambil Data dari Sertifikat (Jika Ada Koordinat)
​Kalau di sertifikat lahan sudah ada daftar koordinat (lintang dan bujur), Anda tinggal memasukkan angka-angka itu ke sistem atau aplikasi pemetaan tadi supaya presisinya 100% akurat sesuai surat tanah.

Hal yang Perlu Diperhatikan:
• ​Presisi: Pastikan saat menggambar di Google Earth, petanya sudah dizoom maksimal supaya batasnya tidak meleset ke tanah tetangga.
• ​Format File: Tanyakan ke petugas perizinan, mereka minta format apa? Biasanya .kml, .kmz, atau .shp. Google Earth bisa menghasilkan .kml dan .kmz.


Block Plan: 
Untuk Block Plan, agak berbeda. Block plan lebih ke gambar teknis (arsitektur) yang menunjukkan di mana posisi gedung, parkir, dan drainase di dalam poligon tadi. Jika bangunannya sederhana, Anda bisa menggambarnya menggunakan aplikasi desain simpel (seperti Canva atau SketchUp). Pastikan skalanya benar.

Jadi sementara menunggu penyesuaian sistem OSS terkait perubahan aturan, yuk persiapkan dulu POLYGON MAP dan BLOCK PLAN nya!


• Artha Digital Project berkomitmen untuk tumbuh bersama para pelaku usaha. Mari kita hadapi transisi ini dengan persiapan yang matang!"
 

Latest News

Jebakan Subscription: Menghitung Kerugian Tersembunyi Sistem Langganan bagi Agen Travel Skala Menengah

​Sebagai pengusaha travel, Anda pasti mencari efisiensi. Salah satunya adalah menggunakan sistem...

Vulnerability di Balik Kemudahan: Mengapa Enkripsi End-to-End Wajib Ada di Sistem Reservasi Anda

​Dunia travel tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang punya armada paling banyak, tapi siapa yang p...

Menjaga "Rumah Digital": Mengenal Keamanan Siber Zero Trust

Pernahkah kamu membayangkan sistem informasi di kantormu seperti sebuah rumah besar? Di masa lalu...

Generative AI: Kawan Baru dalam Otomasi Bisnis dan Seni Menjaga Harmoni Sistem

Dunia kerja kita sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu kita mengenal komputer hanya sebagai...

Website Sudah "Glow Up" tapi Tetap Sepi? Ini Penyebabnya!

Bayangkan kamu baru saja membangun sebuah toko yang sangat megah. Pintunya otomatis (cepat terbuk...

Data Enkripsi: Mengubah Rahasia Menjadi "Bahasa Planet"

​Bayangkan kamu ingin mengirim surat rahasia kepada temanmu.  Kamu khawatir jika surat itu d...