logo
By Fera

By Fera Marleni

Menjadi Arsitek Benteng Digital: 5 Ilmu yang Harus Dikuasai Developer agar Website Aman

​Dunia internet itu ibarat samudra yang luas namun penuh bajak laut. Seorang pengembang website (developer) adalah nahkodanya. Agar kapal (website) tidak karam atau dibajak, ada beberapa keahlian khusus yang harus dikuasai.
​Berikut adalah ilmu utama yang wajib dimiliki developer untuk menciptakan website dengan keamanan tinggi: 

​1. Ilmu "Penyaringan Tamu" (Input Validation)
​Hacker sering kali mencoba memasukkan "racun" melalui kolom isian, seperti kolom username atau komentar.
• ​Yang dipelajari: Developer harus jago melakukan validasi dan sanitasi. Artinya, sistem harus bisa membedakan mana teks biasa dan mana kode komputer yang berbahaya. Jika ada yang mencoba memasukkan kode, sistem akan otomatis menolaknya atau "memandikannya" hingga bersih sebelum masuk ke server. 

​2. Ilmu "Enkripsi & Kriptografi" (Bahasa Rahasia)
​Data penting seperti password tidak boleh disimpan apa adanya di dalam komputer (database).
• ​Yang dipelajari: Developer harus tahu cara mengubah password yang terbaca (misal: kucinglucu123) menjadi deretan kode acak yang tidak masuk akal (misal: h8923hj98asdh23).
• ​Tujuannya: Jika suatu saat database dicuri, peretas hanya mendapatkan sampah kode yang tidak bisa mereka baca. 

​3. Ilmu "Manajemen Hak Akses" (Siapa Boleh Apa)
​Developer harus paham cara mengatur siapa saja yang boleh masuk ke ruangan tertentu di dalam website.
• ​Yang dipelajari: Mereka belajar membangun sistem Authentication (pembuktian identitas) dan Authorization (izin akses).
• ​Contohnya: Menjamin bahwa A hanya bisa mengedit artikel, sementara F bisa mengatur keuangan, dan pengunjung biasa tidak bisa masuk ke area admin sama sekali. 

​4. Ilmu "Pertahanan dari Serangan Umum" (OWASP Top 10)
​Ada daftar "10 Serangan Paling Berbahaya" di dunia yang dirilis oleh organisasi bernama OWASP.
• ​Yang dipelajari: Seorang developer profesional harus menghafal dan tahu cara menangkis 10 jenis serangan ini, seperti SQL Injection (menipu database) atau Cross-Site Scripting (mencuri data lewat browser). Ini adalah "kitab suci" keamanan yang wajib dikuasai. 

​5. Ilmu "Jejak Digital" (Logging & Monitoring)
​Website yang aman harus punya sistem "CCTV" di dalamnya.
• ​Yang dipelajari: Developer belajar cara membuat sistem log. Sistem ini mencatat setiap aktivitas mencurigakan yang terjadi.
• ​Manfaatnya: Jika ada orang yang mencoba menebak password berkali-kali di tengah malam, sistem akan mencatatnya dan memberi peringatan otomatis kepada pemilik website sebelum serangan berhasil.
​
Kesimpulan
​Membuat website yang aman membutuhkan ketelitian dan keinginan untuk terus belajar, karena cara hacker menyerang selalu berkembang. Developer yang peduli keamanan akan membangun website dengan prinsip "Security by Design"—artinya, keamanan dipikirkan sejak coretan pertama, bukan baru dipasang setelah website jadi. 

(Disadur dari berbagai sumber)


SALAM DIGITAL DIGIPRO

Latest News

Jebakan Subscription: Menghitung Kerugian Tersembunyi Sistem Langganan bagi Agen Travel Skala Menengah

​Sebagai pengusaha travel, Anda pasti mencari efisiensi. Salah satunya adalah menggunakan sistem...

Vulnerability di Balik Kemudahan: Mengapa Enkripsi End-to-End Wajib Ada di Sistem Reservasi Anda

​Dunia travel tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang punya armada paling banyak, tapi siapa yang p...

Menjaga "Rumah Digital": Mengenal Keamanan Siber Zero Trust

Pernahkah kamu membayangkan sistem informasi di kantormu seperti sebuah rumah besar? Di masa lalu...

Generative AI: Kawan Baru dalam Otomasi Bisnis dan Seni Menjaga Harmoni Sistem

Dunia kerja kita sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu kita mengenal komputer hanya sebagai...

Website Sudah "Glow Up" tapi Tetap Sepi? Ini Penyebabnya!

Bayangkan kamu baru saja membangun sebuah toko yang sangat megah. Pintunya otomatis (cepat terbuk...

Data Enkripsi: Mengubah Rahasia Menjadi "Bahasa Planet"

​Bayangkan kamu ingin mengirim surat rahasia kepada temanmu.  Kamu khawatir jika surat itu d...