logo
By Fera

By Fera Marleni

Di Balik Auto Patching: Cara Menjaga Website Tetap Kebal di Tahun 2026

​Auto Patching memang hebat, tapi itu bukan satu-satunya perlindungan. Peretas di masa sekarang sudah menggunakan "robot pintar" untuk mencari celah. Agar website kamu tetap aman, berikut adalah langkah-langkah tambahan yang perlu dilakukan:


​1. Gunakan MFA (Multi-Factor Authentication)
​Jangan hanya mengandalkan kata sandi. Password bisa dicuri lewat teknik phishing yang sangat mirip aslinya. Dengan MFA, meskipun peretas tahu password kamu, mereka tetap tidak bisa masuk karena tidak punya kode rahasia yang dikirim ke HP kamu atau sidik jarimu.


​2. Pasang Web Application Firewall (WAF)
​Anggap saja ini sebagai "gerbang detektor logam" sebelum orang masuk ke website kamu. WAF akan menyaring lalu lintas data dan memblokir bot jahat atau serangan yang mencoba menyuntikkan kode berbahaya (seperti SQL Injection atau XSS) bahkan sebelum serangan itu sampai ke website kamu.


​3. Backup Data Secara Berkala (Di Luar Website)
​Selalu miliki salinan cadangan website di tempat yang berbeda (Cloud storage lain atau harddisk offline). Jika website tiba-tiba terkena ransomware (data dikunci peretas), kamu tidak perlu membayar tebusan, cukup hapus semuanya dan pasang kembali cadangan yang lama. 

​Ilmu "Wajib" bagi Developer di Tahun 2026
​Jika kamu ingin tahu apa yang dipelajari para ahli keamanan siber saat ini, berikut adalah 3 tren ilmu paling mutakhir: 

​A. Zero Trust Architecture (Arsitektur "Tanpa Kepercayaan")
​Dulu, sistem keamanan percaya bahwa siapa pun yang sudah masuk ke area "admin" adalah orang baik. Sekarang, aturannya berubah menjadi "Jangan pernah percaya, selalu verifikasi". Setiap klik dan setiap permintaan data harus diverifikasi ulang, tidak peduli siapa yang melakukannya.

​B. AI Security (Keamanan Berbasis AI)
​Hacker sekarang memakai AI untuk membuat serangan yang bisa berubah-ubah bentuknya. Developer masa kini harus menguasai ilmu AI-Defense, yaitu menggunakan AI untuk memantau perilaku aneh di website secara real-time dan menghentikan serangan sebelum terjadi.


​C. Post-Quantum Cryptography (Enkripsi Tahan Komputer Kuantum)
​Ini adalah ilmu terbaru tentang cara mengunci data (enkripsi) agar tidak bisa dibongkar oleh komputer kuantum yang super cepat. Di tahun 2026, para developer mulai beralih ke standar penguncian data baru yang lebih kuat dari sebelumnya.


​D. Supply Chain Security (Keamanan Rantai Pasok)
​Banyak website rusak bukan karena kodenya jelek, tapi karena mereka memakai "bahan bangunan" (seperti plugin atau library) dari pihak ketiga yang ternyata sudah disusupi virus. Developer sekarang harus belajar cara mengaudit setiap elemen luar yang mereka masukkan ke dalam website mereka.
​ 

Kesimpulan:
Keamanan bukan lagi sekadar "pasang lalu lupakan". Ini adalah proses belajar yang terus-menerus. Dengan menggabungkan Auto Patching, MFA, dan pemahaman tentang Zero Trust, website kamu akan menjadi benteng yang sangat sulit ditembus. 

(Disadur dari berbagai sumber)


SALAM DIGITAL DIGIPRO

Latest News

Jebakan Subscription: Menghitung Kerugian Tersembunyi Sistem Langganan bagi Agen Travel Skala Menengah

​Sebagai pengusaha travel, Anda pasti mencari efisiensi. Salah satunya adalah menggunakan sistem...

Vulnerability di Balik Kemudahan: Mengapa Enkripsi End-to-End Wajib Ada di Sistem Reservasi Anda

​Dunia travel tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang punya armada paling banyak, tapi siapa yang p...

Menjaga "Rumah Digital": Mengenal Keamanan Siber Zero Trust

Pernahkah kamu membayangkan sistem informasi di kantormu seperti sebuah rumah besar? Di masa lalu...

Generative AI: Kawan Baru dalam Otomasi Bisnis dan Seni Menjaga Harmoni Sistem

Dunia kerja kita sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu kita mengenal komputer hanya sebagai...

Website Sudah "Glow Up" tapi Tetap Sepi? Ini Penyebabnya!

Bayangkan kamu baru saja membangun sebuah toko yang sangat megah. Pintunya otomatis (cepat terbuk...

Data Enkripsi: Mengubah Rahasia Menjadi "Bahasa Planet"

​Bayangkan kamu ingin mengirim surat rahasia kepada temanmu.  Kamu khawatir jika surat itu d...