By Fera Marleni
​Kewajiban AI Trainer untuk bisa melakukan coding (pemrograman) bergantung pada dua kategori utama peran dalam tim Kecerdasan Buatan:
​1. Peran AI Trainer Dasar (Data Annotator/Labeler)
​Ini peran yang paling umum sebagai AI Trainer. Fokus utama pada kualitas data dan keakuratan label. Kemampuan Coding TIDAK WAJIB untuk peran ini. Tugas utama AI Trainer di tingkat ini adalah "mengajari" baby AI dengan cara memberi label pada data mentah, misalnya, menggambar kotak di sekitar mobil dalam gambar, atau mengkategorikan sentimen teks. Semua pekerjaan ini dilakukan melalui alat visual atau perangkat lunak berbasis GUI (Graphical User Interface) khusus seperti Labelbox atau CVAT. Karena itulah keterampilan coding tidak menjadi prasyarat.
Keterampilan utama yang harus dimiliki AI Trainer dasar meliputi:
• ​Keahlian Domain: Memahami subjek data yang dikerjakan (misalnya, anatomi jika melabeli data medis, atau linguistik jika melatih chatbot).
• ​Ketelitian Tinggi: Mampu bekerja secara konsisten dan akurat dalam tugas repetitif.
• ​Mahir Menggunakan Alat Anotasi: Menguasai penggunaan perangkat lunak pelabelan yang spesifik.
​Yang terpenting bagi seirang AI Trainer dasar adalah pemahaman domain dan ketelitian dalam memberikan label .
​2. Peran AI Trainer Lanjutan (Data Curator/Validation Engineer)
​Ini posisi yang lebih senior, berfungsi sebagai jembatan teknis antara tim pelabelan data dan tim Machine Learning Engineer.
​Kebutuhan Coding SANGAT PENTING di tingkat ini. AI Trainer bertanggung jawab atas pipeline (alur kerja) data secara keseluruhan, bukan hanya label per individu. Mereka mungkin perlu menulis skrip Python untuk memeriksa validitas label pada ribuan data atau menggunakan SQL untuk mengidentifikasi data mana yang memerlukan pelatihan ulang. Kemampuan coding memungkinkan mereka mengotomatisasi validasi dan mengelola set data besar secara efisien.
​
Keterampilan coding utama yang dibutuhkan oleh AI Trainer lanjutan meliputi:
• ​Scripting Data: Membuat skrip untuk memproses, membersihkan, dan memvalidasi data label secara massal.
• ​Querying Database: Menggunakan SQL untuk menarik sampel data tertentu, memeriksa konsistensi, atau mengaudit pekerjaan pelabelan.
• ​Analisis Eksploratif: Menggunakan pustaka coding (seperti Python/Pandas) untuk menganalisis distribusi label, mengidentifikasi bias, atau menemukan kasus tepi (edge cases) dalam data.
​
Jadi:
Jika kamu tertarik menjadi AI Trainer untuk memberi label data, fokuslah pada ketelitian dan pemahaman domain. Coding bukan prasyarat.
Sedangkan jika kamu ingin bermain diperan Kurator Data atau mengelola proyek AI Trainer yang besar, maka menguasai bahasa seperti Python dan SQL akan menjadi keharusan dan meningkatkan nilai kamu.
​
Intinya, AI Trainer yang paling sukses adalah yang sangat memahami data yang mereka kerjakan.
SALAM DIGITAL DIGIPRO
​Sebagai pengusaha travel, Anda pasti mencari efisiensi. Salah satunya adalah menggunakan sistem...
​Dunia travel tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang punya armada paling banyak, tapi siapa yang p...
Pernahkah kamu membayangkan sistem informasi di kantormu seperti sebuah rumah besar? Di masa lalu...
Dunia kerja kita sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu kita mengenal komputer hanya sebagai...
Bayangkan kamu baru saja membangun sebuah toko yang sangat megah. Pintunya otomatis (cepat terbuk...
​Bayangkan kamu ingin mengirim surat rahasia kepada temanmu. Kamu khawatir jika surat itu d...