logo
By Fera

By Fera Marleni

A/B Testing Tombol CTA: Studi Kasus Meningkatkan CTR 31% (Langkah demi Langkah)

​Tombol CTA (Call-to-Action) adalah elemen paling powerfull di website. Tapi bagaimana kita bisa tahu pasti bahwa tombol yang sekarang sudah yang terbaik? Jawabannya ada pada framework A/B Testing. Berikut adalah studi kasus langkah demi langkah tentang cara melakukan A/B Testing pada Tombol CTA Anda, dengan contoh hipotesis dan hasil yang mungkin.
​
Langkah 1: Tentukan Tujuan dan Metrik Konversi
​Sebelum menguji apa pun, Anda harus tahu apa yang ingin diukur. Dalam kasus CTA, tujuan utamanya jelas yaitu meningkatkan jumlah klik pada tombol.
​Oleh karena itu, metrik konversi yang akan kita pantau adalah Click-Through Rate (CTR) Tombol CTA (jumlah klik dibagi dengan jumlah kunjungan halaman). 

​Langkah 2: Identifikasi Masalah dan Susun Hipotesis
​Setelah menganalisis data, Anda menduga tombol yang sekarang (Versi A) memiliki warna biru yang menyatu dengan background halaman, dan teksnya terlalu umum.
​
Maka hipotesisnya:
​"Mengubah warna Tombol CTA dari Biru menjadi Oranye kontras, dan mengubah teksnya dari 'Daftar' menjadi 'Mulai Uji Coba Gratis 7 Hari' akan meningkatkan CTR tombol sebesar 15%." 

​Hipotesis yang baik harus spesifik (warna dan teksnya), terukur (meningkat 15%), dan memiliki alasan yang jelas.
​
Langkah 3: Buat Dua Versi (A dan B)
​Anda harus membuat dua versi halaman yang identik, kecuali pada elemen yang sedang diuji, yaitu Tombol CTA.
​Versi A (Kontrol / Yang Sekarang) adalah versi yang saat ini sudah tayang. Warnanya Biru (Warna brand yang dominan), dan teksnya hanya bertuliskan "Daftar". Versi ini dinilai pasif dan kurang memberikan urgensi. Versi B (Varian / Uji Coba) adalah perubahan yang kita yakini lebih baik. 

Kita ubah warnanya menjadi Oranye (warna kontras yang menonjol) dan teksnya diubah menjadi "Mulai Uji Coba Gratis 7 Hari". Teks baru ini lebih spesifik, menyoroti manfaat utama (Gratis), dan memberi informasi jangka waktu.
​
Langkah 4: Jalankan Uji Coba
​Gunakan tool A/B Testing Anda. Pastikan 50% pengunjung akan melihat Versi A, dan 50% akan melihat Versi B. Jalankan uji coba hingga Anda mencapai signifikansi statistik (biasanya butuh waktu minimal 1-2 minggu). Jangan pernah menghentikan tes terlalu cepat hanya karena salah satu versi terlihat unggul di awal. Data yang stabil adalah penentu!
​
Langkah 5: Analisis Hasil dan Ambil Keputusan
​Setelah durasi uji coba selesai, mari kita bandingkan hasilnya.
​Misalnya, kita menguji 10.000 pengunjung untuk setiap versi:
• ​Versi A (Kontrol) menghasilkan 850 kali klik, atau CTR 8.5%.
• ​Versi B (Varian) menghasilkan 1.120 kali klik, atau CTR 11.2%.
​Keputusan: Versi B adalah Pemenangnya!
​
Hasil Analisis: Versi B memiliki CTR 11.2%, yang berarti terjadi peningkatan sekitar 31.7% dibandingkan Versi A. Dengan signifikansi statistik yang tinggi (misalnya 98%), kita bisa yakin bahwa perbedaan ini bukan hanya kebetulan.
​
Kesimpulan: Hipotesis Anda terbukti benar. Pengunjung merespons jauh lebih baik pada tombol yang berwarna kontras dan teksnya spesifik, menjanjikan manfaat, dan bebas risiko.
​
Tindakan: Versi B harus segera diterapkan menjadi default di website Anda.
​
Langkah 6: Terus Uji Coba!
​Memenangkan satu tes bukan berarti mengakhiri pekerjaan optimasi. Itu baru permulaan! Setelah Versi B menjadi pemenang, itu menjadi basis baru (Kontrol) untuk pengujian berikutnya.
​Selanjutnya, Anda bisa menguji elemen lain dari CTA yang sudah menang itu:
• ​Pengujian Selanjutnya (Teks): Uji "Mulai Uji Coba Gratis 7 Hari" VS "Ya, Saya Mau Akses Gratis Sekarang!"
• ​Pengujian Selanjutnya (Posisi): Uji posisi Tombol CTA di header VS di footer halaman.
​
Dengan pola pikir testing ini, website Anda akan terus berevolusi dan mengoptimalkan potensi konversi maksimal! 

(Disadur dari berbagai sumber)


SALAM DIGITAL DIGIPRO

Latest News

Jebakan Subscription: Menghitung Kerugian Tersembunyi Sistem Langganan bagi Agen Travel Skala Menengah

​Sebagai pengusaha travel, Anda pasti mencari efisiensi. Salah satunya adalah menggunakan sistem...

Vulnerability di Balik Kemudahan: Mengapa Enkripsi End-to-End Wajib Ada di Sistem Reservasi Anda

​Dunia travel tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang punya armada paling banyak, tapi siapa yang p...

Menjaga "Rumah Digital": Mengenal Keamanan Siber Zero Trust

Pernahkah kamu membayangkan sistem informasi di kantormu seperti sebuah rumah besar? Di masa lalu...

Generative AI: Kawan Baru dalam Otomasi Bisnis dan Seni Menjaga Harmoni Sistem

Dunia kerja kita sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu kita mengenal komputer hanya sebagai...

Website Sudah "Glow Up" tapi Tetap Sepi? Ini Penyebabnya!

Bayangkan kamu baru saja membangun sebuah toko yang sangat megah. Pintunya otomatis (cepat terbuk...

Data Enkripsi: Mengubah Rahasia Menjadi "Bahasa Planet"

​Bayangkan kamu ingin mengirim surat rahasia kepada temanmu.  Kamu khawatir jika surat itu d...