logo
By Fera

By Fera Marleni

A/B TESTING: Strategi Sederhana agar Penjualan Online Anda Melonjak


​A/B Testing mungkin terdengar asing dan anda menganggapnya sebagai teknik pemasaran yang rumit. Padahal, A/B Testing adalah strategi yang sederhana dan logis. Ia bisa diibaratkan sebagai cara untuk menguji dua resep masakan berbeda.  Untuk tahu mana yang paling disukai pelanggan. Begitu juga halnya dengan A/B testing. 
​Ia digunakan untuk membandingkan dua versi dari satu elemen digital. Katakanlah, kita akan menguji dua versi tombol "Beli Sekarang". Tombol ini akan diuji untuk melihat mana yang memberikan hasil terbaik, misalnya, lebih banyak diklik. Tujuannya jelas, membuat keputusan berdasarkan data nyata, bukan hanya berdasarkan firasat atau tebak-tebakan.
​
​Konsepnya A/B testing berawal dari dua versi: Versi A (sebagai kontrol atau versi yang sudah ada) dan Versi B (sebagai varian atau versi yang diubah). Misalnya, di halaman website produk Anda saat ini, tombol "Beli Sekarang" berwarna biru (Versi A). Anda punya ide untuk menggantinya ke warna oranye. Karena akan lebih mencolok dan orang akan lebih cepat melihatnya. Maka, Anda membuat tombol oranye (Versi B). Nah untuk melihat mana yang terbaik, bisa menggunakan A/B testing. 

​Saat melakukan A/B Testing, Anda membagi pengunjung website Anda menjadi dua kelompok secara acak. 50% pengunjung akan melihat Versi A (tombol biru), dan 50% sisanya akan melihat Versi B (tombol oranye). Setelah periode waktu tertentu, Anda akan menghitung: tombol warna apa yang menghasilkan klik dan pembelian lebih banyak?
​Hasilnya akan menjadi dasar keputusan Anda. Jika tombol oranye menang, maka tombol di seluruh website Anda harus diganti menjadi oranye. Jika tombol biru yang menang, berarti Anda tidak perlu repot-repot mengganti desain.
​Bagi pelaku bisnis online, melakukan A/B Testing akan mengubah cara Anda berbisnis. Dari yang semula hanya mengandalkan asumsi menjadi fokus pada efektivitas. Mengapa demikian? Karena dengan A/B testing, maka: 

• ​Konversi meningkat. Ini adalah manfaat terpenting. Sedikit perubahan pada warna tombol, judul, atau peletakan gambar bisa membuat angka penjualan Anda melonjak tanpa menambah biaya iklan. Anda memastikan setiap pengunjung diarahkan ke desain yang sudah terbukti paling berhasil.
• Resiko berkurang: Sebelum meluncurkan desain website yang benar-benar baru dan menghabiskan banyak biaya, Anda bisa menguji elemen-elemen kecilnya dulu. Ini meminimalkan risiko kesalahan besar.
• ​Memahami Audiens: Hasil pengujian memberi Anda wawasan mendalam tentang apa yang sebenarnya disukai, dihindari, atau dipedulikan oleh calon pembeli Anda.
​
​Lalu, apa saja elemen website yang bisa diuji?. Hampir semua yang ada di website Anda bisa diuji, tapi ingat, fokus pada satu perubahan saja setiap kali menguji agar hasilnya valid. Elemen-elemen tersebut antara lain:
• ​Judul (Headline): Menguji judul yang lebih to the point versus judul yang lebih emosional.
• ​Tombol CTA (Call-to-Action): Menguji warna tombol, ukuran, atau teksnya ("Beli Sekarang" versus "Dapatkan Akses Gratis").
• ​Gambar dan Media: Menguji foto produk dengan model versus foto produk tanpa model, atau menguji foto versus video.
• ​Tata Letak (Layout): Menguji apakah formulir pendaftaran diletakkan di bagian atas halaman atau di bagian bawah.
• ​Penawaran: Menguji "Gratis Ongkir" versus "Diskon 10%".
​
​Nah, jika Anda tertarik mencoba A/B Testing, ikuti langkah sederhana ini:
• ​Temukan Titik Lemah (Riset): Cek data Anda. Apakah ada halaman yang ramai pengunjung tapi sedikit pembelian? Fokuskan uji coba Anda di halaman ini.
• ​Buat Hipotesis: Tentukan apa yang Anda harapkan terjadi. Misalnya, "Saya menduga jika saya menulis testimonial pelanggan di atas halaman, orang akan lebih percaya dan konversi akan naik."
• ​Buat Dua Versi: Buat Versi A (kontrol) dan Versi B (perubahan, sesuai hipotesis). Ingat, hanya ubah satu hal.
• ​Jalankan Uji Coba: Gunakan tools khusus A/B Testing (seperti Google Optimize atau plugin tertentu) untuk menampilkan kedua versi ini secara acak kepada pengunjung Anda. Biarkan uji coba berjalan hingga data yang terkumpul benar-benar stabil.
• ​Analisis dan Terapkan: Lihat hasilnya. Jika Versi B mengalahkan Versi A, segera terapkan Versi B sebagai standar baru Anda. Kemudian, cari elemen lain untuk diuji dan ulangi prosesnya.
​Dengan A/B Testing, Anda memegang kendali penuh atas optimasi website Anda, memastikan bahwa setiap klik dan setiap kunjungan berpotensi maksimal untuk menghasilkan penjualan. Ayo, uji web anda! 

(Disadur dari berbagai sumber)



SALAM DIGITAL DIGIPRO
 

Latest News

Jebakan Subscription: Menghitung Kerugian Tersembunyi Sistem Langganan bagi Agen Travel Skala Menengah

​Sebagai pengusaha travel, Anda pasti mencari efisiensi. Salah satunya adalah menggunakan sistem...

Vulnerability di Balik Kemudahan: Mengapa Enkripsi End-to-End Wajib Ada di Sistem Reservasi Anda

​Dunia travel tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang punya armada paling banyak, tapi siapa yang p...

Menjaga "Rumah Digital": Mengenal Keamanan Siber Zero Trust

Pernahkah kamu membayangkan sistem informasi di kantormu seperti sebuah rumah besar? Di masa lalu...

Generative AI: Kawan Baru dalam Otomasi Bisnis dan Seni Menjaga Harmoni Sistem

Dunia kerja kita sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu kita mengenal komputer hanya sebagai...

Website Sudah "Glow Up" tapi Tetap Sepi? Ini Penyebabnya!

Bayangkan kamu baru saja membangun sebuah toko yang sangat megah. Pintunya otomatis (cepat terbuk...

Data Enkripsi: Mengubah Rahasia Menjadi "Bahasa Planet"

​Bayangkan kamu ingin mengirim surat rahasia kepada temanmu.  Kamu khawatir jika surat itu d...