logo
By Fera

By Fera Marleni

3 Langkah Cara Presentasi Demo Website yang Memukau Klien (Dijamin Closing Kontrak!)

​Bayangkan Anda ingin membeli rumah, tetapi agen hanya menunjukkan denah di kertas. Anda pasti ragu.
​Sama halnya dengan klien yang ingin membuat website. Mereka tidak ingin hanya mendengar janji; mereka ingin melihat buktinya. Demo website adalah jembatan yang mengubah janji menjadi kenyataan visual. Ini adalah kesempatan bagi perusahaan web developer Anda untuk pamer, menunjukkan solusi, dan membuat klien berkata, "Saya mau yang ini!" Demo yang baik tidak hanya menampilkan kode yang cantik, tetapi juga menyelesaikan masalah bisnis klien.
​
Langkah 1: Pahami Kebutuhan Klien (Bukan Sekadar Estetika)
​Klien Anda, mungkin seorang pemilik toko bunga yang ingin penjualan online-nya naik. Fokus utama demo Anda haruslah: "Bagaimana website ini bisa meningkatkan penjualan Anda?"
• ​Identifikasi Masalah Utama: Apakah klien kesulitan mendapatkan pesanan online? Apakah website lama mereka lambat di HP?
• ​Tentukan Tujuan Demo: Demo Anda harus menonjolkan fitur yang menjadi solusi langsung bagi masalah tersebut (misalnya, fitur checkout yang super cepat atau galeri produk yang menarik). 

​Langkah 2: Buat Demo yang Ringan dan Fokus
​Demo tidak perlu 100% sempurna atau memiliki semua fitur. Kunci suksesnya adalah fokus pada fitur inti yang paling menarik perhatian klien.
• ​Gunakan Data Dummy yang Realistis
Jangan gunakan teks acak "Lorem Ipsum." Ganti dengan nama produk, logo, dan gambar yang mirip dengan bisnis klien. Ini membuat klien langsung membayangkan, "Oh, ini adalah website perusahaan saya!" 

• ​Fokus pada Tiga Halaman Utama: 
Halaman Beranda (Home): Tunjukkan branding, tampilan yang modern, dan pesan yang jelas tentang bisnis mereka. 

Halaman Produk/Layanan: Tampilkan cara terbaik untuk menyajikan barang/jasa mereka (galeri foto yang besar, deskripsi yang mudah dibaca). 

Halaman Kontak/Aksi (Call to Action): Pastikan tombol "Beli Sekarang" atau "Hubungi Kami" terlihat sangat jelas dan mudah diakses. 

• ​Prioritaskan Tampilan di HP (Mobile First): 
Lebih dari 50% pengguna internet mengakses dari HP. Pastikan demo Anda terlihat sempurna saat dibuka di ponsel klien. 

Langkah 3: Teknik Presentasi yang Memukau
​Ini adalah bagian terpenting. Demo yang bagus bisa gagal jika presentasinya buruk. 

​A. Jangan Presentasikan Kode, Presentasikan Solusi
Hindari Bahasa Teknis: Jangan jelaskan "Kami menggunakan React dengan Redux." Ganti dengan, "Kami membangun website ini agar sangat cepat dimuat, sehingga pelanggan Anda tidak menunggu dan langsung berbelanja." 

Gunakan Narasi (Storytelling): Ajak klien Anda berkeliling di demo. Bayangkan  saat membuka website demo anda, klien tertarik dengan tombol produk dan dengan satu klik, dia bisa melihat produk-produk yang didisplay di laman web.  Dia akan mendapatkan pengalaman langsung dengan kemudahan akses dari web demo anda. 

​B. Tunjukkan Pengalaman Pengguna (UX)
• ​Demonstrasikan Interaksi: Klik tombol, geser foto, dan tunjukkan animasi. Tujuannya adalah membuat klien merasa website itu hidup.
• ​Uji Responsifitas di Depan Klien: Buka demo di layar komputer, lalu kecilkan window (jendela) browser secara perlahan. Tunjukkan bagaimana tampilan website menyesuaikan diri secara otomatis (responsif) di HP. Ini sangat meyakinkan! 

​C. Biarkan Klien Mencoba Sendiri
​Setelah Anda selesai presentasi, berikan link demo dan persilakan klien mencoba sendiri. Kemudian tanyakan sudut pandangnya sebagai pemilik bisnis. Ini memberikan rasa kepemilikan dan membuat klien merasa didengar. 

Demo yang sukses akan menggerakkan klien secara emosional dan logis.
​Setelah demo selesai, segera tawarkan langkah berikutnya:
• ​Umpan Balik Cepat: Catat semua masukan mereka. Tunjukkan bahwa Anda siap melakukan revisi.
• ​Tawarkan Paket Lanjutan: "Kami bisa mewujudkan demo ini menjadi website utuh yang terintegrasi penuh. Mari kita bahas rincian harganya."
​
Ingat, demo website adalah cara Anda menunjukkan bahwa Anda tidak hanya menjual kode, tetapi menjual pertumbuhan bisnis melalui desain digital yang canggih. 

(Disadur dari berbagai sumber)

 

SALAM DIGITAL DIGIPRO

Latest News

Jebakan Subscription: Menghitung Kerugian Tersembunyi Sistem Langganan bagi Agen Travel Skala Menengah

​Sebagai pengusaha travel, Anda pasti mencari efisiensi. Salah satunya adalah menggunakan sistem...

Vulnerability di Balik Kemudahan: Mengapa Enkripsi End-to-End Wajib Ada di Sistem Reservasi Anda

​Dunia travel tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang punya armada paling banyak, tapi siapa yang p...

Menjaga "Rumah Digital": Mengenal Keamanan Siber Zero Trust

Pernahkah kamu membayangkan sistem informasi di kantormu seperti sebuah rumah besar? Di masa lalu...

Generative AI: Kawan Baru dalam Otomasi Bisnis dan Seni Menjaga Harmoni Sistem

Dunia kerja kita sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu kita mengenal komputer hanya sebagai...

Website Sudah "Glow Up" tapi Tetap Sepi? Ini Penyebabnya!

Bayangkan kamu baru saja membangun sebuah toko yang sangat megah. Pintunya otomatis (cepat terbuk...

Data Enkripsi: Mengubah Rahasia Menjadi "Bahasa Planet"

​Bayangkan kamu ingin mengirim surat rahasia kepada temanmu.  Kamu khawatir jika surat itu d...